Seruan Hati, “Spil Aku Ya Tuhan”

Bacaan 2 Petrus 3 : 1 -18
Jadi, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu, waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tidak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh. ( 2 Petrus 3:17 TB2 )
Ketika kehidupan terasa membingungkan, kita sering mencari arah yang jelas. Namun, dalam dunia yang penuh godaan dan tantangan, menentukan langkah yang benar tidaklah mudah. Dalam situasi seperti itu, kita rasanya ingin berseru kepada Tuhan: “Spil aku ya Tuhan!” Sebuah ungkapan doa yang sederhana tetapi penuh kerinduan, meminta Tuhan menunjukkan rencana-Nya, menuntun jalan kita, dan menjaga hati kita tetap kuat.
Rasul Petrus dalam suratnya mengingatkan kita untuk berjaga-jaga agar tidak terseret dalam kesesatan. Dunia ini penuh dengan ajaran, kebiasaan, atau pengaruh yang dapat menjauhkan kita dari kebenaran Tuhan. Jika kita tidak berhati-hati, kita bisa kehilangan pegangan yang teguh pada iman kita. Seruan “Spil aku ya Tuhan” bukan sekadar permintaan akan petunjuk, tetapi juga wujud kesadaran bahwa kita membutuhkan Tuhan setiap saat untuk menjaga hati dan langkah kita tetap berada di jalan-Nya.
Menjaga hati tidak hanya soal menghindari hal-hal buruk, tetapi juga mengisi hati kita dengan firman Tuhan dan kasih karunia-Nya. Petrus mengajarkan agar kita terus bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Kristus. Ini adalah kunci untuk memiliki hati yang kuat, yang tidak mudah goyah meskipun badai kehidupan datang menghantam. Saat kita meminta Tuhan membimbing, kita juga harus membuka diri untuk mendengar suara-Nya melalui doa, firman, dan nasihat yang benar.
Di minggu Adven pertama mengajak kita memulai perjalanan iman menuju terang yang dibawa oleh Kristus. Fokus Adven pertama adalah harapan—lentera yang menyala di tengah kegelapan dunia. Harapan ini mengingatkan kita untuk terus berjaga dan berseru kepada Tuhan di tengah pergumulan hidup kita sedang merasa lelah, bingung, atau bahkan goyah. Tantangan hidup membuat hati ragu dan langkah terasa berat. Jangan takut untuk datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur. Berserulah, “Spil aku ya Tuhan,” dan biarkan Dia memimpin kita. Ingatlah bahwa Tuhan adalah gembala yang setia. Dia tidak hanya menunjukkan jalan, tetapi juga memberi kekuatan untuk berjalan di jalan yang benar.
Hati yang kuat adalah hati yang selalu terhubung dengan Tuhan. Kita tidak bisa mengandalkan kekuatan sendiri, karena godaan dunia sering kali lebih besar daripada kemampuan kita untuk melawan. Namun, dengan bersandar pada Tuhan, hati kita akan dipenuhi oleh damai sejahtera yang melampaui segala akal.
Apakah hati kita saat ini dipenuhi oleh firman Tuhan, ataukah kita merasa goyah menghadapi berbagai tantangan hidup? Sudahkah kita menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan memohon petunjuk-Nya setiap hari? Mari kita belajar menjaga hati kita dengan mendekat kepada Tuhan dalam doa, firman, dan pengenalan akan kasih karunia-Nya.
Ketika jalan nampak gelap, jangan takut untuk berseru “Spil aku ya Tuhan” karena Dia selalu punya cahaya untuk menuntun kita.
TIM WEB/FK
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025