LEBIH KONSOLIDATIF LAGI

LEBIH KONSOLIDATIF LAGI
Firman Tuhan : Efesus 4:116
“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.” (Efesus 4:2)
 

Salah satu tugas manajerial dalam pelayanan adalah bagaimana memadukan dan
memberdayakan semua kekuatan yang ada, sehingga hasilnya akan lebih maksimal. Apabila itu tidak terjadi, berarti kekuatankekuatan yang potensial itu terbuang percuma dan menjadi siasia. Kekuatan itu tidak selamanya dalam bentuk materi, uang, sarana, fasilitas fisik saja, tetapi sikap manusianya. Bila direnungkan kembali, dilakukan evaluasi, identifikasi, maka terlihatlah akar persoalan dalam pelayanan, dan dari proses itu muncullah kesimpulan, bahwa itu disebabkan kurangnya konsolidasi.

 
Rasul Paulus cukup jeli melihat bahwa kekuatan gereja di Efesus sangat ditentukan oleh beberapa variabel penentu; termasuk sikap rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Singkirkankah aspekaspek itu dalam pelayanan, maka pelayanan pasti menjadi lemah dan kacau. Konsolidasi sangat memerlukan kerendahan hati karena di sana diperlukan atmosfir saling mendengar, saling belajar dan saling mendukung. “Kerendahan hati berarti memberi Kristus tempat yang pertama, orang lain yang kedua dan diri sendiri yang terakhir.” Konsolidasi juga memerlukan sikap lemah lembut. Lemah lembut sering disebut sebagai kuasa yang dikendalikan. Seperti Musa lemah lembut, namun perhatikanlah kuasa luar biasa yang ada padanya. Konsolidasi juga memerlukan orang yang sabar. Kesabaran adalah kesanggupan untuk menanggung kesusahan tanpa melawan.” (Wiersbe).
 
Di dalam sebuah tim pelayanan yang dinamis, pasti ada potensi konflik, sikap yang menjengkelkan, karakter buruk, yang mudah memancing emosi. Tapi kalau ada kesabaran, potensi itu dapat diminimaliser. Dalam konsolidasi yang efektif ada hasil pelayanan akan lebih besar. Nehemia, melakukan konsolidasi dalam pembangunan tembok Yerusalem (Neh 6:15). Ia membangun jaringan dengan raja Babel, ia menantang dan melibatkan orang lain, dengan cara kerja yang kreatif (ps.2 5). Apakah di sana Nehemia harus belajar rendah hati, lebih lemah lembut dan sabar? Pasti! Dengan demikian proses mutual (saling membantu) akan terjadi. Yesus sendiri juga melakukan konsolidasi tim dalam pemuridan
dan pelayananNya (Markus 6:3132). 
Apakah pelayanan kita di tahun ini dan ke depan masih memerlukan konsolidasi? Kalau ya, apa yang perlu kita lakukan?

Inspirasi: Telah terbukti bahwa mengerahkan seluruh kekuatan dalam tim, akan lebih efisien dan efektif, dibanding dengan mengandalkan beberapa orang yang berkarisma sekalipun.
 
LPMI/Boy Borang
share

Recommended Posts