Berhenti Sejenak

Berhenti Sejenak

Bacaan :  Roma 2:12-16

Sebab, bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang  yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.” – Roma 2:13 TB2

 

Di zaman sekarang, hidup kita sangat akrab dengan kesibukan dan kebisingan. Sejak pagi buta hingga larut malam, ada begitu banyak hal yang berlomba-lomba menarik perhatian kita. Notifikasi dari sosial media, berita-berita terbaru, hingga percakapan di berbagai platform digital, seolah tidak pernah ada habisnya. Tanpa kita sadari, waktu yang seharusnya kita gunakan untuk mendengarkan suara Tuhan, merenungkan firman-Nya, dan menyadari arah hidup yang Dia kehendaki, menjadi semakin sempit. Kita mungkin merasa dekat dengan Tuhan karena sering mendengar firman-Nya melalui ibadah, kotbah, atau bacaan renungan. Namun, Rasul Paulus mengingatkan kita dalam Roma 2:13 bahwa bukan mereka yang sekadar mendengar hukum Taurat yang akan dibenarkan, melainkan mereka yang melakukan hukum Taurat itu. Mendengar firman Tuhan memang penting, tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana kita mewujudkan firman tersebut dalam kehidupan nyata sehari-hari. Sebab, iman bukan hanya tentang pengetahuan atau pemahaman yang baik, melainkan tentang ketaatan dan tindakan nyata yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Seringkali kita merasa bahwa melakukan firman Tuhan itu adalah hal besar, seperti melakukan pelayanan besar-besaran atau melakukan tindakan yang heroik. Padahal, ketaatan kepada Tuhan seringkali dimulai dari langkah-langkah sederhana, termasuk keputusan kecil untuk menyediakan waktu yang sungguh-sungguh bersama Dia. Salah satu langkah sederhana yang dapat kita lakukan adalah dengan berhenti sejenak dari segala kesibukan dan distraksi dunia digital. Cobalah untuk meluangkan waktu selama tiga jam tanpa membuka sosial media. Matikan notifikasi, jauhkan ponsel, dan pakai waktu itu untuk duduk tenang di hadapan Tuhan. Dalam keheningan itu, kita bisa berdoa dengan lebih jujur, membaca Alkitab dengan lebih perlahan, dan merenungkan setiap firman yang tertulis di dalamnya. Tidak hanya berhenti sampai di situ, tetapi biarkan apa yang kita dengar dari Tuhan menjadi tindakan nyata. Mungkin itu berupa memberikan perhatian lebih kepada keluarga, mendengarkan keluh kesah seseorang yang sedang membutuhkan penguatan, atau bahkan mengambil keputusan untuk meninggalkan kebiasaan buruk yang selama ini kita anggap remeh.

Dalam keheningan yang terjaga selama tiga jam itu, kita akan belajar bahwa mendengar suara Tuhan ternyata membutuhkan keheningan hati dan waktu yang berkualitas. Dan ketika kita mulai melakukannya, kita akan menyadari bahwa Tuhan sebenarnya selalu berbicara. Kita saja yang sering kali terlalu sibuk mendengar suara lain, sehingga tidak peka terhadap sapaan lembut-Nya. Tuhan tidak mencari mereka yang hanya rajin mendengar firman-Nya, tetapi Ia mencari mereka yang mau dengan rendah hati melangkah dan melakukan kebenaran-Nya dalam setiap aspek kehidupan. Mungkin apa yang kita lakukan terasa kecil, tapi di mata Tuhan, tindakan ketaatan sekecil apapun memiliki arti yang besar.

Maka hari ini, mari kita berhenti sejenak. Luangkan waktu untuk mendengar, lalu lakukan apa yang Tuhan taruh di hati kita.  Kiranya setiap kita dimampukan untuk bukan hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku firman dalam hidup yang nyata.

 

Tindakan kecil hari ini, lebih berharga dari seribu niat baik yang tidak pernah dikerjakan.

 

TIM WEB

 
share

Recommended Posts