IMAN YANG HIDUP

Firman Tuhan : Yakobus 2:14-26
“Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26)
Seorang petani rajin berdoa agar hujannya turun untuk menyuburkan ladang. Setiap hari ia berlutut memohon kepada Tuhan. Namun dari semua petani di desanya, hanya dia yang pergi ke ladang membawa cangkul dan menabur benih meskipun tanah masih kering. Orang lain mengejeknya, tetapi ia tersenyum dan berkata, Aku berdoa untuk hujan, jadi aku harus siap menyambutnya. Beberapa hari kemudian hujan deras turun, dan hanya ladang miliknya yang berbuah. Iman yang hidup selalu disertai tindakan nyata yang menunjukkan keyakinan kepada Allah.
Yakobus menegaskan bahwa iman sejati bukan hanya ucapan bibir atau pengetahuan rohani, tetapi tindakan yang lahir dari ketaatan. Iman yang mati adalah iman tanpa bukti hanya percaya secara teori, tetapi tidak menghasilkan perubahan hidup. Iman yang hidup adalah iman yang bergerak, bekerja, dan memberi dampak. Abraham menjadi contoh sempurna: ia percaya kepada Allah dan membuktikannya dengan menaati perintah untuk mempersembahkan Ishak (Kejadian 22). Iman seperti itu hidup karena disertai kesediaan melakukan kehendak Tuhan, sekalipun berat dan tidak masuk akal.
Mengaku beriman, tetapi berhenti pada level percaya tanpa bertindak. Mereka percaya Tuhan sanggup memulihkan, namun tidak mau mengampuni. Mereka percaya Tuhan menyediakan, tetapi enggan memberi. Dunia modern membutuhkan orang-orang percaya yang imannya hidup yang berani melangkah dalam ketaatan, bekerja dengan jujur, mengasihi dengan tulus, dan tetap berharap di tengah badai. Iman yang hidup akan terlihat dalam cara kita bekerja, menolong sesama, dan memuliakan Tuhan lewat keputusan sehari-hari.
Menjelang akhir tahun, saat kita merenungkan perjalanan hidup, mari bertanya: apakah iman kita masih hidup atau mulai layu? Tuhan memanggil kita untuk membangunkan kembali iman yang aktif, yang tidak takut melangkah karena percaya Tuhan bekerja. Seperti petani yang menabur di tanah kering, mari terus menabur kasih, kebaikan, dan pengharapan meski belum melihat hasilnya.
Inspirasi: Iman yang hidup tidak menunggu keadaan sempurna, tetapi terus percaya dan bertindak.
LPMI/Yunus Siang
Recommended Posts

Jangan Ada Padamu Allah Lain di Hadapan-Ku
Februari 03, 2026

KASIHILAH SESAMAMU
Februari 02, 2026

TAK TERDUGA !!!
Januari 30, 2026

