TERUS BERKOLABORASI

TERUS BERKOLABORASI

Firman Tuhan  : Kisah 13:4-12 

“Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.” (Kis. 13:4).

John Maxwell, dalam “The Maxwell Leadership Bible,” menulis, “God does His work by sending out teams of leaders. Jesus sent out His team of twelve (Luke 9:16), and the pattern continued in Acts. Most of these leadership teams, came from the church in Antiokh: Peter and John (Acts 3), Philip, Peter, John (Acts 8), Men from Cyprus and Cyrene (Acts 11), Paul and Barnabas (Acts 13;14), Judas, Silas, Paul (Acts 15), Barnabas and Mark (Acts 15), Timothy, Paul, Silas (Acts 16), Paul, Aquila, Priscilla (Acts 18), Timothy and Erastus (Acts 19).” Kata kuncinya adalah kolaborasi. Kolaborasi (latin: com-laborare = to work together), telah menjadi kekuatan dalam pekerjaan misi Amanat Agung sepanjang sejarah gereja.

Dalam Kisah Para Rasul pasal 13:4-12 ini, terlihat bagaimana Paulus dan Barnabas ketika di pulau Siprus, dapat bergerak begitu strategis dan efektif, karena adanya kolaborasi antara keduanya. Ketokohan Barnabas, yang berasal dari Siprus (levite from Cyprus) itu, tentu saja mempunyai pengaruh tersendiri, karena minimal dia mengerti kondisi pulau itu, baik secara geografis, sosial maupun kultural. Lebih daripada itu, bukanlah kebetulan jika akhirnya dia diutus oleh Roh Kudus untuk mendampingi Paulus, setelah melalui doa dan puasa yang intensif (ay. 1-3).  “Nama Barnabas lebih dahulu disebutkan, mungkin karena sebagai delegasi dari gereja induk di Yerusalem, dia berada pada posisi prioritas (priority position).” (Stanley Toussaint, The Bible Knowledge Commentary). Dalam berjalannya waktu, penyebutan nama yang tadinya Barnabas dan Saulus (12:25; 13:2, 4; 13:7), kemudian berganti menjadi Paulus dan Barnabas (13:42, 43, 46). Peralihan itu tampaknya bukan suatu kebetulan, tetapi Lukas mau menunjukkan, adanya peran kepemimpinan (mentorship) Barnabas pada Paulus. Ini  bukan soal posisi struktural, tetapi soal peran yang sifatnya unik dan mutual. Sekarang ini ramai dengan istilah “chemistry.” Kata ini dipahami sebagai dua pihak yang saling menopang, bersesuaian, koneksi emosional dan fisik yang terasa alami. Mungkin dalam suatu tim pelayanan, chemistry diperlukan, tetapi yang paling penting adalah semua yang tergabung dalam tim, itu mengandalkan kuasa Roh Kudus. Barnabas dan Paulus tentu saja berbeda, tetapi dapat berkolaborasi, karena mereka punya visi dan misi yang sama, yaitu Membantu melaksanakan Amanat Agung, di dalam kuasa Roh Kudus. 

Kita terus bertekad untuk berkarya, berkorban, berjuang, bahkan siap berperang dan bertahan dalam melayani Tuhan, bukan sendiri, tetapi bersamasama dengan orang lain, yang Tuhan tempatkan di sekitar kita. Selamat melayani!

Inspirasi: Memiliki semangat yang tinggi untuk melayani, adalah satu hal yang indah. Namun lebih indah lagi, ketika memiliki semangat kebersamaan dengan rekan sepelayanan. 

LPMI/Boy Borang

share

Recommended Posts