MASA DEPAN

MASA DEPAN

Firman Tuhan : Rut 1:11-17

Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang (Amsal 23:18). 

Rut merisikokan masa depannya. Naomi sudah menjelaskan ketidakmungkinan untuk menikahkannya dengan anaknya yang lain, dikarenakan usianya. Adalah suatu ketentuan pada masa itu jika seorang suami meninggal maka saudaranya akan menggantikan posisinya untuk meneruskan keturunan orang yang sudah tiada tersebut (Ulangan 25:5). Tetapi Naomi sudah tidak punya anak laki-laki lainnya untuk menjadi suami bagi Rut maupun Orpa. 

Orpa mengambil keputusan untuk melanjutkan hidupnya. Ia kembali kepada bangsanya dengan kemungkinan yang cukup besar untuk kembali berumahtangga. Tetapi Rut memilih mengikuti Naomi. Aku akan berada dimanapun kami berada dan hanya maut yang akan memisahkan kita, demikian janji Rut kepada Naomi. Rut memiliki alasan yang jauh lebih kuat lebih dari sekedar kembali berumahtangga. Rut mengatakan, “Bangsamulah bangsaku, Allahmulah Allahku.” 

Meiesikokan masa depan meskipun demi alasan yang lebih bernilai bukanlah suatu keputusan yang mudah. Antara lain misalnya menolak tawaran kerja yang menjanjikan dan memilih untuk menaati panggilan menjadi hamba Tuhan dengan segala pergumulannya, bagi kebanyakan orang, bukanlah keputusan yang mendapatkan dukungan setidaknya misalnya dari orang-orang yang

mengandalkannya dalam hal finansial. Tetapi ada alasan yang jauh lebih kuat dari sekedar “memastikan masa depan,” yaitu Allah itu sendiri. Allah yang telah memanggil dan memilih bahkan sejak sebelum dunia dijadikan dan menyediakan segala yang diperlukan (Yesaya 43:10, Filipi 4:19).

Apakah saat ini Saudara berada dalam situasi dimana Saudara harus memilih? Seperti Rut yang memilih Tuhan dengan merisikokan masa depannya, masa depannya sungguh ada dan harapannya tidak akan hilang. Tuhan menyediakan jauh daripada apa yang ia pikirkan dan bayangkan. Tuhan menghargai ketaatannya, ia menjadi salah seorang yang berada dalam garis keturunan hadirnya Mesias ke dunia ini. Kuatir keputusanmu akan meresikokan masa depan? Serahkanlah kuatirmu kepada-Nya termasuk kekuatiran akan masa depan.

 

LPMI/Lamroida Silalahi

share

Recommended Posts