ANTARA KEHADIRAN DAN KEBAHAGIAAN

Yohanes 14:27a
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan dunia kepadamu.”
Kebahagiaan sering kali dipandang sebagai tujuan utama dalam hidup. Banyak orang mengejar kebahagiaan dengan berbagai cara: melalui kesuksesan, harta, atau hubungan. Namun, ketika kebahagiaan dijadikan tujuan akhir, sering kali berakhir dengan kecewa.
Mengapa demikian? Karena kebahagiaan yang kita kejar itu di luar diri kita, sifatnya sementara dan bergantung pada hal-hal yang berubah. Kebahagiaan yang sejati bukanlah sesuatu yang bisa kita kejar atau capai dengan upaya semata. Sebaliknya, itu adalah hasil dari bagaimana kita menjalani hidup kita sehari-hari.
Salah satu kunci untuk menemukan kepuasan sejati adalah ketika bisa hadir sepenuhnya di setiap momen bersama Tuhan. Ketika kita bersama Tuhan benarbenar hadir dalam apa yang kita lakukan atau dalam setiap aktivitas kita, tanpa terganggu oleh masa lalu atau masa depan, kita mulai merasakan kedamaian dan kebahagiaan yang lebih mendalam.
Kehadiran-Nya berarti memberi perhatian penuh pada apa yang ada di depan kita, menghargai setiap momen ini, dan merasakan kelimpahan dari setiap detik yang berlalu. Dengan cara ini, kita tidak lagi terjebak dalam siklus mengejar kebahagiaan yang tak kunjung datang, melainkan menemukan kedamaian dan kepuasan dalam kehidupan yang sedang kita jalani.
Dengan menjadikan kehadiran-Nya sebagai tujuan kita, kita membuka pintu bagi kebahagiaan yang lebih autentik dan abadi. Kita belajar bahwa kebahagiaan sejati bukanlah tentang mencapai sesuatu di luar sana, tetapi tentang merasakan kelimpahan hidup yang sudah ada di sini dan sekarang.
Inspirasi: ”Jika kamu menjadikan kebahagiaan sebagai tujuanmu, kamu akan kecewa. Jika kamu menjadikan kehadiran-Nya sebagai tujuanmu, kamu akan puas”
Recommended Posts

Jangan Ada Padamu Allah Lain di Hadapan-Ku
Februari 03, 2026

KASIHILAH SESAMAMU
Februari 02, 2026

TAK TERDUGA !!!
Januari 30, 2026

