ALLAH SAJA PANUTANKU

Bacaan: 2 Tawarik 24:17
Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu, raja mendengarkan mereka.
Kisah ini menceritakan tentang Raja Yoas yang dilantik menjadi raja pada usia 7 tahun. Berkat bimbingan dan nasihat bijak dari Imam Yoyada, kerajaan Yehuda berkembang pesat. Kerja sama yang sangat baik antara raja dan penasehatnya menghasilkan karya luar biasa.
Namun, keadaan mulai berubah setelah Imam Yoyada meninggal. Raja Yoas kehilangan arah dan mulai mendengarkan nasihat orang-orang yang menjauhkannya dari hikmat Tuhan. Akhirnya, ini menyebabkan kehancuran dalam hidupnya.
Dari kisah ini, kita belajar bahwa “lebih mudah meraih daripada mempertahankan.” Hal ini menjadi kenyataan dalam kisah Raja Yoas. Banyak orang yang gagal mempertahankan apa yang telah mereka raih karena ketekunan dan kerajinan mereka mulai melonggar.
Seringkali kita bergantung pada orang lain sebagai harapan hidup kita. Namun, saat orang tersebut tiada, kita bisa ambruk karena kita terlalu bergantung padanya. Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak bergantung pada manusia, karena itu akan mengecewakan. Manusia terbatas—sekarang sehat, besok bisa sakit; sekarang baik, besok bisa berubah menjadi jahat.
Belajar dari Raja Yoas, kita harus menggantungkan hidup kita hanya pada Allah, sumber hidup yang kekal dan setia. Allah adalah panutan kita yang tidak akan pernah berubah, baik kemarin, hari ini, dan esok.
Renungan:
Sudahkah kita berjalan bersama mentor, tetapi selalu bertanya dan mendengarkan hikmat Allah sebagai yang nomor satu?
TIM WEB/YHR
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025