BATU DI BALAS KAPAS

Lukas 6: 29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Lukas 6:29
Balas dendam! Inilah kalimat yang menggambarkan dunia kita pada umumnya. Hal ini terlihat bukan saja di dunia film tetapi di dunia nyata. Persaingan-persaingan negatif bukan saja di dunia sekuler tetapi di dunia rohani lebih mempertajam rusaknya hubungan dan persekutuan satu dengan yang lain. Berbelas kasihan dan mengampuni justru menjadi ‘barang langka’ di tengah-tengah dunia kita ini. Dalam bagian firman Tuhan hari ini Tuhan Yesus mengajarkan tentang prinsip penting tentang sikap kita ketika kita diperlakukan tidak benar.
Kata-kata Tuhan Yesus, “Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.” Pernyataan Tuhan Yersus ini memberi kita pelajaran penting. Pertama, kasih kepada Tuhan (Vetikal) adalah dasar bagi kita untuk membalas. Kasih Tuhan mengajar kita untuk membalas bukan dengan kekerasan tetapi dengan kelembutan dan bukan dengan kebencian tetapi dengan belas kasihan. Perhatian dan kepedulian kita kepada orang lain termasuk musuh kita hendaklah kita tidak melakukan dengan setengahsetengah, melainkan dengan sepenuh hati. Kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita dengan sepenuh hati bukan setengah-setengah. Kedua, Kita tidak punya hak untuk membalas. Ketika Tuhan Yesus mengatakan: “Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain” menunjukkan kita tidak punya hak untuk membalas perlakuan orang terhadap kita. Pembalasan adalah hak Tuhan, sebagaimana Paulus menulis dalam Roma 12:19, “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.”
Mengapa orang menampar kita? Kita mungkin tidak tahu motivasi terdalam dia menampar kita. Bisa saja itu ia lakukan karena motivasi benar atau juga bisa juga mereka lakukan karena motivasi salah. Tetapi Tuhan tahu motivasi mereka melakukan itu, karena Tuhan mengenal hati orang. Yang Tuhan inginkan dari kita adalah tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi melakukan kebaikan bagi semua orang. Apakah ia telah berbuat jahat kepada kita atau berbuat baik bagi kita. Paulus menulis hal ini dalam Roma 12:17, ” Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Presiden Prabowo pernah berkata, “mempunyai seribu sahabat terlalu sedikit. Mempunyai satu musuh terlalu banyak.”
Bagaimana dengan kita? Bagaimana respon kita ketika orang memperlakukan kita dengan tidak benar? Mungkin kita sedang tergoncang dalam keluarga kita, bisnis kita karena perlakuan orang yang tidak benar kepada kita? Atau mungkin pelayanan kita ada dalam situasi persaingan yang tidak sehat? Akibatnya kita mulai mempersalahkan satu dengan yang lain. Kembali firman Tuhan hari mengingatkan dan mengajak kita untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi dengan melakukan yang baik bagi semua orang. Roh Kudus akan memberikan kuasa untuk melakukan ini.
Inspirasi: Hal terbaik yang dapat kita lakukan bagi orang yang membenci kita adalah mendoakan mereka agar mereka bertobat dan percaya kepada Tuhan.
LPMI/Jerry Tamburian
Recommended Posts

SALING MENOPANG
Januari 27, 2026

TIDAK MUDAH, TAPI PUJI TUHAN BISA
Januari 26, 2026

NILAI SUATU PEMBERIAN
Januari 24, 2026

