Berbagi Berkat

Bacaan : Lukas 13:22-31
Orang akan datang dari Timur dan Barat, dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.” — Lukas 13:29 TB2
Dalam ayat nat ini, Yesus memberikan gambaran indah tentang Kerajaan Allah sebagai sebuah perjamuan besar. Di sana, orang-orang dari segala penjuru dunia datang, duduk bersama di satu meja, menikmati sukacita dan berkat yang Tuhan sediakan. Mereka tidak datang karena status, kekayaan, atau kedudukan mereka, melainkan karena mereka diundang oleh kasih Allah. Perjamuan itu melambangkan penerimaan, kesatuan, dan damai sejahtera yang sempurna dalam hadirat-Nya. Namun, sebelum kita sampai ke pesta besar itu di surga kelak, Yesus mengundang kita untuk mulai mencicipi dan membagikan sukacita Kerajaan Allah tersebut di dunia ini—salah satunya melalui tindakan sederhana, yaitu berbagi makanan kepada sesama.
Makanan bukan sekadar kebutuhan jasmani; ia adalah sarana persekutuan, alat untuk menyatakan kasih, dan pintu bagi kehangatan relasi antarmanusia. Saat kita berbagi makanan, kita tidak hanya mengenyangkan perut orang lain, tetapi juga menguatkan jiwa mereka. Sebungkus nasi, sepiring lauk sederhana, atau segelas air yang kita berikan dengan tulus bisa menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada tangan yang peduli dan hati yang ingin mengasihi. Di tengah dunia yang semakin individualistis dan sering kali dingin, berbagi makanan menjadi tindakan nyata yang mencerminkan kasih Kristus. Melalui meja yang terbuka bagi siapa saja, kita sedang memperluas ruang perjamuan Kerajaan Allah di bumi ini.
Berbagi makanan juga mengajarkan kita tentang kerendahan hati dan syukur. Kita diingatkan bahwa semua berkat yang kita terima sesungguhnya adalah titipan Tuhan, yang harus dialirkan kepada orang lain. Berkat itu akan semakin bertambah maknanya ketika kita menggunakannya untuk menolong dan menguatkan mereka yang sedang berkekurangan. Tidak perlu menunggu sampai kita memiliki banyak untuk berbagi. Bahkan dari keterbatasan, kita bisa memberi, seperti janda miskin yang memberi dua peser uangnya, namun di mata Tuhan, pemberiannya sangat besar karena keluar dari hati yang tulus.
Hari ini, mari kita membuka hati dan tangan untuk berbagi, terutama dalam bentuk makanan. Ajak seseorang makan bersama, kirimkan makanan kepada mereka yang membutuhkan, atau cukup hadir dan menemani mereka yang sering merasa sendiri. Dengan melakukan itu, kita bukan hanya memberi makan tubuh, tetapi juga menghadirkan sukacita dan pengharapan dalam hati mereka. Seperti firman-Nya, orang-orang dari segala penjuru akan duduk bersama di meja perjamuan Allah; biarlah kita pun menjadi bagian dari undangan itu dengan lebih dahulu berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
“Berbagi makanan bukan sekadar memberi makan, tetapi mengundang sesama duduk bersama di meja kasih Allah, di mana setiap hati disegarkan dan setiap jiwa dikuatkan.”
TIM WEB
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025