Catatan Penuh Warna

Catatan Penuh Warna

Mazmur 90: 1- 17

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (Mazmur 90:12)

 Catatan agenda tahun lalu sudah usai. Kalender sudah ganti baru tahun 2026. Saatnya kita mengisi tiap detik, menit, jam, hari, dst… pada akhirnya lembar demi lembar akan habis. Betapa cepat dan terbatasnya waktu ini. Rasanya baru kemarin gendong bayi, lalu masuk TK, SD, SMP, SMA, kuliah… menikah, eh… sudah menimang cucu. Foto di album penuh warna, berbagai peristiwa suka dan duka bersama-Nya.    

 Mazmur 90 satu-satunya yang ditulis Musa. Menurut para penafsir, ditulis saat Israel di padang gurun (masa kegagalan, kematian, ketidakpastian). Kita pun saat ini memasuki tahun baru penuh misteri. Hidup ini sangat singkat, namun Tuhan itu kekal, dan kita memerlukan hikmat-Nya. Mari kita renungkan bersama:

Allah tempat perlindungan turun temurun, (ayat 1-2). Generasi Israel mati di padang gurun, lalu berganti hingga kini, namun kasih Allah tidak berubah. Allah kekal sumber pengharapan sejati. 

Hidup Manusia singkat dan rapuh (ayat 3-6). Musa melukiskan seperti rumput yang cepat tumbuh lalu layu. Bagai debu segera kembali ke tanah. Cepat sekali kematian menjemput. 

Dosa membuat hidup manusia makin terpuruk (ayat 7-11). Musa melihat kesengsaraan  Israel akibat ketidaktaatan. Manusia harus berhadapan dengan Tuhan akibat dosa yang menekan berat dan mendatangkan murka-Nya. Usia singkat, 70-80 tahun di luar Allah hanyalah kesukaran dan penderitaan.

Memohon kebangunan rohani, agar Allah berkarya dalam kasih-Nya (ayat 1317). Musa memohon kasih setia Tuhan memenuhi dan memuaskan setiap pagi.

Tuhan menggantikan tahun-tahun sengsara dengan sukacita berlimpah-limpah. Tuhan meneguhkan semua pekerjaan seturut kehendak-Nya. Hidup hanya sementara harus diisi  dengan hal-hal bermakna dalam otoritas-Nya.

“Ajar kami menghitung hari-hari kami sedemikian, sehingga kami beroleh hati yang bijaksana.” (ayat 12). Fokus doa Musa, tidak hanya memohon panjang umur namun harus hidup  dalam hikmat-Nya. Hidup terencana, cermat dan bijak dalam pimpinan Tuhan. Bahasa Ibrani: Limnot yamenu menghitung, menilai, memaknai hari. Kolose 4: 5, “Pergunakanlah waktu yang ada,” Tuhan memampukan kita mengelola waktu dan mengisi dengan hal-hal berharga. 

Setiap hari adalah pemberian Tuhan yang sangat bernilai, bukan kebetulan kita hidup. Mari  memprioritaskan hal-hal yang kekal dan tetap bertanggung jawab dengan semua tugas di dunia ini. Memutuskan segala sesuatu dengan hati yang bijaksana (Ibr: lev chokmah: hati  bisa memilih apa yang penting, hati yang hidup sesuai kehendak-Nya). Bukan banyaknya kesibukan dan rutinitas yang membuat kita berkualitas atau lebih hebat. Namun yang utama adalah berjalan dalam hikmat-Nya dan sesuai standar Tuhan. Tahun baru penuh harapan dan keberhasilan bersama-Nya.

Inspirasi:  Mari kita catat nama orang yang akan kita doakan, mengunjungi, menolong sesuai kemampuan, membuat jadwal kerja, dll. Kiranya hidup kita menjadi lukisan indah di tangan-Nya

 

LPMI/Rini Djatikoesoemo 

share

Recommended Posts