Ceritakanlah Kemuliaan-Nya

Ceritakanlah Kemuliaan-Nya

Bacaan: Mazmur 96:1-3 (TB)

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!
Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa.

 

Pemazmur mengajak umat untuk bernyanyi dan memuji kebaikan Allah berulang kali dalam Mazmur 96 ini. Hal ini menunjukkan semangat yang tinggi untuk memuji Tuhan. Ada ajakan untuk menyanyikan nyanyian baru, memuji nama-Nya, mengabarkan keselamatan dari Allah setiap hari, dan menceritakan kemuliaan serta perbuatan ajaib-Nya. Ajakan ini diulang-ulang untuk menegaskan pentingnya memuji dan menceritakan kebaikan Tuhan.

Mengapa menceritakan kebaikan Tuhan menjadi hal yang sangat penting, sehingga selalu diulang dalam Mazmur ini? Mari kita renungkan bersama. Memperkatakan kebaikan Tuhan akan membalikkan fokus kita dari masalah kepada berkat-berkat-Nya. Menceritakan pertolongan Tuhan melahirkan sukacita dalam hati kita. Mengingat-ingat apa yang telah Allah lakukan dalam hidup kita menguatkan harapan, keyakinan, dan kedamaian.

Bagaimana dengan kebiasaan kita? Apakah kita juga membiasakan diri untuk selalu menceritakan kebaikan Allah sepanjang hidup kita? Ataukah kita lebih sering memikirkan dan membesar-besarkan masalah yang kita hadapi? Apakah kita memerlukan orang lain untuk menceritakan kebaikan Tuhan?

Tentu tidak. Sebelum kita menceritakan kepada orang lain, lebih penting bagi kita untuk menceritakan kebaikan Tuhan pada diri kita sendiri. Kita perlu mengingatkan diri kita akan pertolongan Tuhan yang telah nyata dalam hidup kita. Kita perlu menghitung dan mengumpulkan keajaiban-keajaiban yang pernah kita alami, karena semua itu adalah hasil dari pertolongan Allah.

Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa hidup kita hari ini adalah kumpulan pertolongan, kebaikan, kemurahan, dan keajaiban dari Allah. Sehingga hidup kita benar-benar menjadi cerita kemuliaan dan kehormatan bagi Allah.

Renungan:
Sudahkah saya memperkatakan kebaikan Tuhan sebagai kebiasaan hidup?
Jika belum, maukah saya memulainya di tahun baru 2025 nanti?

 

TIM WEB

 

share

Recommended Posts