DAMAI DI HATI

DAMAI DI HATI

Firman Tuhan       : Yohanes 14:21-31

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia ini. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27)

 

Hiruk-pikuk kota yang penuh dengan suara klakson dan kesibukan menjelang Natal, seorang ibu muda bernama Rina duduk termenung di halte bus. Dompetnya hilang, dan ia tidak bisa pulang. Air mata menetes perlahan, bukan hanya karena kehilangan uang, tetapi karena kehilangan rasa tenang. Seorang kakek yang duduk di sebelahnya menawarkan air minum dan berkata lembut, nak, tenanglah. Semua akan baik-baik saja. Kalimat sederhana itu menenangkan Rina. Di tengah kebingungan, ia merasakan damai yang tidak berasal dari situasi, tetapi dari pengharapan bahwa Tuhan masih menyertainya.

Yesus tahu betul bahwa dunia menawarkan banyak hal yang tampak memberi kedamaian uang, keberhasilan, kenyamanan namun semuanya fana. Damai yang sejati berasal dari-Nya, bukan dari keadaan. Ketika Yesus berkata, “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,” Ia sedang menegaskan bahwa damai surgawi itu tetap ada meski badai hidup datang. Damai itu bukan ketiadaan masalah, melainkan kehadiran Kristus di tengah masalah. Karena itu, Yesus menegur, janganlah gelisah dan gentar hatimu. Damai surgawi bukan emosi sesaat, tetapi hasil dari kepercayaan yang mendalam kepada Tuhan.

Kita hidup di zaman yang serba cepat, penuh tekanan dan ketidakpastian. Banyak orang mengejar ketenangan lewat hiburan, pelarian, atau media sosial, tetapi justru makin kosong di dalam. Hati yang damai tidak lahir dari kondisi luar, melainkan dari kedekatan dengan Tuhan. Saat kita belajar berserah, berdoa dengan tulus, dan percaya bahwa Tuhan memegang kendali, hati kita dipenuhi ketenangan yang melampaui akal. Damai di hati bukan berarti hidup tanpa kesulitan, melainkan keyakinan bahwa kita tidak pernah sendirian melewatinya.

Menjelang Natal, marilah kita bukan hanya menghias rumah dengan lampu, tetapi menghiasi hati dengan damai Kristus. Saat dunia sibuk berbelanja dan berpesta, jadilah pribadi yang membawa ketenangan ke mana pun pergi melalui kata yang lembut, senyum yang tulus, dan hati yang memaafkan.

Inspirasi: Damai di hati adalah hadiah Natal yang sejati.

LPMI/Yunus Siang 

 

share

Recommended Posts