Hidup dalam Kuasa Tuhan

Hidup dalam Kuasa Tuhan

Bacaan: Lukas 11:14-23
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.” (Lukas 11:23 TB2 )

 

Dalam Lukas 11:14-23, Yesus mengusir roh jahat dari seorang yang bisu, membuat orang itu bisa berbicara kembali. Aksi ini memunculkan reaksi yang beragam—ada yang kagum, tetapi ada juga yang meragukan kuasa Yesus dan menuduh-Nya bekerja dengan kekuatan Beelzebul. Namun, Yesus menegaskan bahwa kuasa-Nya berasal dari Allah, yang hadir untuk memulihkan dan membebaskan manusia.

Dalam hidup sehari-hari, kita sering menghadapi “kuasa-kuasa” yang menguasai pikiran, emosi, atau tindakan kita—entah itu kekhawatiran, kemarahan, rasa takut, atau bahkan rasa malas. Tantangan-tantangan ini bisa membuat kita “bisu secara rohani,” sehingga tidak lagi memuliakan Tuhan melalui hidup kita. Namun, seperti orang bisu yang dipulihkan Yesus, kita juga dapat disembuhkan dan dimerdekakan jika kita menyerahkan hidup kita kepada-Nya.

Contohnya, mungkin ada hari-hari di mana pekerjaan menumpuk, urusan keluarga membuat stres, atau kita merasa kurang mampu menghadapi tantangan hidup. Di saat seperti itu, kuasa Tuhan bisa hadir jika kita melibatkan-Nya. Dengan berdoa, merenungkan firman, atau sekadar mengucapkan “Tuhan, aku butuh Engkau,” kita memberi ruang bagi-Nya untuk bekerja dalam hidup kita.

Mari kita refleksikan, bagian mana dari hidup kita yang perlu dipulihkan oleh kuasa Tuhan? Apakah kita sudah melibatkan Dia dalam pergumulan sehari-hari, atau kita cenderung mengandalkan diri sendiri?

Ketika Tuhan hadir dalam hidup kita, yang mustahil pun menjadi mungkin, bahkan di tengah rutinitas sehari-hari.

TIM WEB

 
share

Recommended Posts