Jagalah Hatimu dan Lingkungan

Jagalah Hatimu dan Lingkungan

Bacaan Lukas 11:29-32

Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama generasi ini dan mereka akan menghakimi mereka. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat ketika mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!” (Lukas 11:32)

 

Dalam khotbah minggu lalu, Pdt. Yokhanan mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga hati. Beliau menegaskan bahwa hati yang dijaga baik akan mencerminkan kehidupan yang berbuah dan membawa damai bagi sesama. Pesan ini selaras dengan tanggung jawab kita menjaga dan melestarikan lingkungan.

Di kompleks tempat tinggal salah satu keluarga  jemaat GKJ Serpong, ada kebiasaan mulia setiap hari Sabtu: pengumpulan bank sampah RT. Warga dengan disiplin mengumpulkan sampah plastik dan kardus di satu kavling, lalu langsung diangkut pada hari yang sama. Hasil tahunannya ternyata cukup besar, menjadi bukti bahwa langkah kecil bersama-sama dapat berdampak besar.

Sama seperti menjaga hati, menjaga lingkungan adalah wujud kesadaran dan pertobatan kita di hadapan Tuhan. Orang Niniwe bertobat dengan sungguh-sungguh setelah mendengar peringatan nabi Yunus. Mereka tidak hanya mengubah hati mereka, tetapi juga tindakan mereka sebagai bukti keseriusan mereka.

Ketika kita menjaga hati, kita pun dipanggil untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab iman. Lingkungan yang bersih dan lestari adalah tanda hati yang diisi kasih Allah. Dengan tidak sembarangan membuang sampah, kita menunjukkan rasa syukur atas anugerah bumi yang Tuhan berikan.


Menjaga hati dan lingkungan berjalan beriringan. Hati yang terjaga akan mendorong kita untuk bertindak bijak dan peduli, termasuk dalam pelestarian lingkungan.

 

TIM WEB

 

 

 

 

 

 

share

Recommended Posts