Jangan Ada Padamu Allah Lain di Hadapan-Ku

Jangan Ada Padamu Allah Lain di Hadapan-Ku

KELUARAN 20:3

Perintah Allah yang pertama adalah: “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” Perintah ini berarti tidak ada yang boleh lebih utama atau menjadi pusat kehidupan kita sebagai manusia selain Allah Tuhan kita. Melalui perintah ini Tuhan juga melarang penyembahan berhala atau apa pun yang menduduki tempat-Nya di hati, seperti harta, kekuasaan, atau keinginan pribadi yang menggeser kasih setia kepada-Nya.

Dengan perintah ini, Tuhan menuntut prioritas tertinggi dalam hidup kita, tidak ada yang boleh berada di antara kita dan diri-Nya, atau ada yang kita anggap lebih berharga dari Dia. Tuhan menginginkan hubungan yang bersifat eksklusif dan tidak ingin hati kita terbagi atau condong kepada hal lain, baik manusia, makhluk hidup yang lain, harta maupun benda. Kata “di hadapan-Ku” berarti Tuhan ingin kita memberi perhatian penuh dan sungguh-sungguh hadir bagi Dia, bukan hanya fisik tetapi juga hati dan pikiran yang tertuju kepada-Nya.

Perintah pertama ini menuntut kita untuk memiliki fokus utama hidup hanya menyembah dan mengasihi Tuhan, tidak ada yang boleh menggeser posisi-Nya dalam hati, bahkan kesibukan, harta, atau yang bisa menjadi ‘idola’ lain dalam hidup kita. Kita juga harus menjaga hubungan eksklusif dengan Tuhan melalui ketaatan, mengutamakan-Nya di atas segala hal, memberikan waktu berkualitas untuk-Nya, serta menjaga hati dan moral agar tidak condong pada hal lain yang dapat merusak hubungan dengan Tuhan.

Penerapan perintah ini sangat luas dan seharusnya menyatu dengan semua aktivitas harian kita. Hindarilah pekerjaan yang melanggar hati nurani atau membuat kita mengabaikan waktu untuk Tuhan, misalnya untuk beribadah, berdoa dan merenungkan firman-Nya. Dalam hubungan sosial, jangan biarkan tekanan teman sebaya atau keinginan pribadi sebagai penentu keputusan utama, melainkan kehendak Tuhan.

Selalu waspadai dan identifikasi ‘berhala’ modern berupa harta, kesuksesan, kesenangan dan sebagainya yang dapat mengambil tempat Tuhan dalam hidup kita. Ketika beribadah, jangan hanya melakukan ritual dan sekadar hadir secara fisik, tetapi jadikan itu sebagai waktu berkualitas bersama Tuhan. Demikian juga kita wajib menjaga kualitas moral dan integritas agar tidak merusak citra Tuhan dalam diri kita.

 

(KB/FEBR/2026)

share

Recommended Posts