Kasih Yang Terucap

Bacaan : Lukas 6:43-45
Orang yang baik mengeluarkan apa yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan yang jahat. Sebab, yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya. — Lukas 6:45 TB2
Setiap hari kita menjalani berbagai macam aktivitas. Kita bekerja keras, berjuang untuk keluarga, mengurus berbagai tanggung jawab, dan tanpa sadar waktu kita habis untuk hal-hal yang kelihatan penting. Namun di balik semua kesibukan itu, seringkali ada satu hal sederhana yang kita lupakan: menyatakan kasih secara langsung kepada orang-orang terdekat kita.
Yesus mengajarkan bahwa apa yang keluar dari mulut seseorang berasal dari perbendaharaan hatinya. Jika hati seseorang penuh dengan kasih dan kebaikan, maka yang keluar dari mulutnya juga akan mencerminkan itu. Namun, jika hati dipenuhi kemarahan, kepahitan, atau keegoisan, maka tidak heran jika yang keluar adalah kata-kata yang melukai, bahkan tanpa kita sadari. Karena itu, firman Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga hati, karena dari sanalah terpancar kehidupan—termasuk kehidupan dalam keluarga kita.
Mengucapkan “I love you” atau “Aku sayang kamu” kepada anggota keluarga mungkin terdengar sederhana, tapi tidak semua orang mudah melakukannya. Ada yang merasa canggung, karena tidak terbiasa. Ada juga yang merasa bahwa kasih itu sudah pasti dimengerti tanpa perlu diucapkan. Tapi benarkah begitu? Cinta yang tidak pernah diungkapkan, lama-lama menjadi seperti benih yang tidak pernah disiram. Ia tetap ada, tetapi sulit bertumbuh, bahkan bisa layu.
Seringkali kita menganggap, “Ah, mereka pasti sudah tahu aku sayang,” tetapi dunia ini terlalu tidak pasti untuk kita menunda mengungkapkan apa yang ada di hati. Kata-kata yang tulus, sederhana, tetapi keluar dari hati yang baik, bisa menjadi kekuatan besar bagi orang yang mendengarnya. Bayangkan seorang ayah yang lelah sepulang kerja, lalu mendengar, “Ayah, aku sayang Ayah.” Itu bisa menjadi kekuatan yang menyegarkan jiwanya. Atau seorang ibu yang tiap hari tanpa mengeluh mengurus rumah dan anak-anak, yang tiba-tiba mendengar, “Terima kasih, Mama. Aku sayang Mama.” Itu bisa menjadi pelipur yang membuat hatinya kembali kuat.
Bahkan anak-anak kita, yang mungkin tampak kuat dan ceria di luar rumah, sebenarnya menunggu kalimat yang sederhana dari mulut orangtuanya: “Mama bangga sama kamu.” atau “Papa sayang kamu, Nak.” Ucapan-ucapan itu meneguhkan hati mereka, memberi rasa aman, dan membuat mereka mengerti bahwa mereka sungguh berharga.
Yesus ingin kita menyadari bahwa hidup ini bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga tentang apa yang kita ucapkan. Kata-kata memiliki kuasa untuk membangun atau meruntuhkan. Dan semua itu bermula dari hati. Maka, biarlah hati kita dipenuhi dengan kasih Kristus, supaya dari situ mengalir perkataan-perkataan yang menghidupkan.
Hari ini, jangan tunggu ada alasan khusus untuk mengucapkan “I love you” kepada anggota keluargamu. Jangan menunggu ulang tahun, atau momen besar lainnya. Katakan sekarang, karena setiap hari adalah kesempatan untuk menyatakan kasih. Setiap hari adalah anugerah untuk membuat orang yang kita cintai tahu bahwa mereka berarti bagi kita.
Jangan ragu. Jangan malu. Mungkin terasa aneh pada awalnya, tetapi percayalah, semakin sering kita menyatakan kasih, semakin hangat suasana di rumah kita. Kata-kata itu akan menjadi warisan, kenangan yang mereka simpan dalam hati mereka selamanya.
Pastikan hati kita dipenuhi kasih, agar perkataan kita menjadi berkat bagi orang-orang yang paling kita kasihi.
TIM WEB
Recommended Posts

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025

Berbahagialah Yang Diundang
April 01, 2025