Kenakalan Orang Tua ?

Bacaan : Titus 2: 1-2
Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih , dan dalam ketekunan. (Titus 2: 2)
Ada ungkapan empiris kuno orang Jawa yang berbunyi “anak polah bapa kepradhah”, artinya kenakalan anak akan ditanggung orang tua. Namun ada satire lanjutan kata-kata itu tapi sangat jarang terucap yaitu, “bapa polah, anak mati klumah” yang artinya “kenakalan” atau perilaku buruk orang tua itu bahkan bisa membunuh anak-anaknya.
Dalam bacaan kita rasul Paulus melalui surat kepada Titus mengingatkan ada potensi kenakalan dan perilaku buruk oleh orang tua. Berbagai perilaku terpuji para bapak tua, disebut secara eksplisit: sederhana, bukan boros apalagi berfoya-foya dan pamer kekayaan, terhormat artinya tidak suka mencari hormat atau bahkan gila hormat, bijsana dan tidak gegabah, lebih cepat memberi apresiasi dan motivasi daripada akmengevaluasi serta mencela, sehat dalam iman, dalam kasih, dan dalam ketekunan. Tidak pantas jika sudah tua suka mengeluh kepada anak atau mantan anak buah, mudah iri pada kesuksesan teman/tetangga, dll. Orang tua seharusnya memiliki banyak waktu untuk merenungkan firman Tuhan dan berdoa, bukan bergosip dan melakukan hal-hal negatif lainnya. Ada banyak perilaku orang tua yang menyiksa anak dan keluarganya bertahun-tahun, termasuk perceraian, perselingkuhan, korupsi, KDRT, sampai kejahatan politik.
Pemberontakan Korah, Datan, dan Abiram terhadap Musa menjadikan keluarganya ditimpa hukuman. Pencurian harta Yerikho oleh Akhan juga menelan korban seisi keluarganya. Tak ketinggalan kesombongan dan upaya genosida bangsa Yahudi oleh Haman bin Hamedata dimasa Ratu Ester tidak hanya membawanya ke tiang gantungan, namun juga kesepuluh anak lelakinya. Di tiap jaman kenakalan orang tua itu selalu ada, sebagai bukti natur dosa.
Mari sebagai orang tua ataupun calon orang tua kita terus sadar bahwa potensi keberdosaan itu tetap ada hingga kita mati. Kita harus rendah hati dan waspada agar tidak jatuh dalam dosa-dosa yang sama, maupun kebodohan-kebodohan yang merusak diri, keluarga, bahkan jemaat Tuhan.
Inspirasi:
Secara fungsional hendaklah orang tua bisa menjadi berkat,
menjadi sumber inspirasi, dan teladan bagi kemuliaan Tuhan.
LPMI/ Wahju Djatikoesoemo
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025