Kesalehan dan Kehormatan

Kesalehan dan Kehormatan

Firman Tuhan : 1 Timotius 2:2 (TB)

untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. (1 Timotius 2:2)

 

Seorang majelis gereja wafat. Saat sambutan acara pemakaman, pimpinan kantornya dengan jujur dan haru mengatakan bahwa saat ini sulit mencari figur bendahara yang jujur dan disiplin seperti almarhum. Namun sayangnya saat upacara pemakaman justru terjadi sedikit “kekacauan” sang pendeta yang bertugas memimpin ibadah terlambat hadir dan harus dijemput karena tertidur.

Dalam nasihatnya kepada Timotius dan jemaat, Paulus oleh ilham Roh Kudus menekankan 2 hal sehubungan dengan doa dan respon terhadap pemimpin yaitu kesalehan & kehormatan. Kesalehan (Yun: eusebeia-godliness, holiness, kesalehan pada Tuhan) adalah hal hidup saleh, termasuk moralitas yang berkenan kepada Tuhan Yesus Allah Sang Pencipta. Itu adalah kualitas spiritual pribadi kita dihadapan Allah. Kehormatan (Yun: semnotes- gravity, honesty, kelakuan yang patut, karakteristik yang layak dihormati dan dihargai, martabat, kemegahan, kesucian, kemuliaan) adalah masalah persepsi dihadapan manusia, tapi juga nilai atau bentuk penghargaan terhadap seorang. Dengan demikian hidup dalam kesalehan dan kehormatan ibarat koin 2 muka, dua aspek yang berbeda: berkenan di hati Tuhan dan juga menjadi berkat bagi manusia. Hidup dalam kehormatan berarti memiliki martabat, nilai, kualitas hidup, dan tindakan hidup yang tidak merugikan orang lain. Ia memberi nilai tambah pada orang lain, menyejahterakan, menghargai karya orang lain.

Kehormatan seperti apakah yang kita kejar sebagai obsesi? Apakah berakar dari kesalehan yang kita pertanggungjawabkan di hadirat Tuhan? Kesalehan di hadapan Tuhan akan menentukan kehormatan yang kita perjuangkan di mata manusia. Hidup ini harus saleh namun juga bermartabat. Bagaimanakah menjalaninya dalam profesi kita saat ini? Tentu tidak mudah, namun yakinlah, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya …..” (Yoh 16: 13).

Inspirasi: Bersama Roh Kudus kita pasti dimampukan untuk hidup saleh, memuliakan Dia dan bermartabat.

 

LPMI/RM Wahju Djatikoesoemo, S.Pd

share

Recommended Posts