Kewargaan Surga

Kewargaan  Surga

Bacaan : Filipi 3:17-20
Sebab, kewargaan kita terdapat di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. – Filipi 3:20 TB2

 

Paulus menegaskan kepada jemaat di Filipi bahwa kewargaan orang percaya sebenarnya bukan terletak di dunia ini, tetapi di surga. Dalam konteks ini, “kewargaan” mengacu pada identitas dan status kita sebagai anggota kerajaan Allah. Kita tidak lagi hanya warga negara dunia yang terikat dengan nilai-nilai duniawi, tetapi kita dipanggil untuk hidup dengan visi dan tujuan kekal. Oleh karena itu, cara hidup kita harus mencerminkan kerajaan surga, yang penuh dengan kasih, kerendahan hati, dan pengharapan akan kedatangan Kristus.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita hidup di dunia ini, kita seharusnya tidak terikat sepenuhnya pada hal-hal duniawi, yang seringkali memusatkan perhatian pada kesenangan pribadi dan egoisme. Sebagai warga surga, kita memiliki panggilan untuk hidup dengan perspektif yang lebih luas, yang mencakup perhatian terhadap sesama dan relasi yang didasari oleh kasih.

Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di kompleks perumahan yang cenderung egois dan terfokus pada diri sendiri, kita sering kali merasa kesulitan untuk berinteraksi atau membangun hubungan yang baik dengan tetangga. Orang-orang sibuk dengan urusan pribadi mereka, dan sering kali, kita merasa canggung untuk mengawali percakapan atau bahkan menyapa mereka.

Namun, sebagai warga surga, kita diajak untuk melampaui kenyamanan pribadi dan membuka diri untuk berbicara dan berbagi dengan orang lain. Menyapa tetangga, bahkan dengan hal sederhana seperti mengucapkan “Selamat pagi” atau menanyakan kabar mereka, bisa menjadi langkah pertama untuk menciptakan hubungan yang lebih baik dan saling peduli. Hal ini adalah bentuk nyata dari kasih yang kita terima dari Tuhan, yang seharusnya kita bagikan kepada orang lain. Dalam situasi di kompleks perumahan yang sering terfokus pada kepentingan pribadi, kita dapat menjadi agen perubahan. Saat kita menyapa dengan tulus dan mulai berbincang dengan tetangga, kita menunjukkan bahwa kita lebih dari sekadar warga dunia ini—kita adalah warga kerajaan surga yang peduli dan siap membawa damai serta kasih ke dalam komunitas kita.

Sebagai warga surga, kita diundang untuk hidup dengan hati yang terbuka dan memperhatikan orang di sekitar kita. Tidak hanya dalam aspek rohani, tetapi juga dalam interaksi sosial sehari-hari. Mari kita mulai dari hal kecil, seperti menyapa dan berbincang dengan tetangga, dan biarkan kasih Kristus tercermin melalui tindakan kita.

Kewargaan kita adalah di dalam sorga. Mari hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk membawa kasih Kristus ke dalam kehidupan orang lain.”

 

TIM WEB

share

Recommended Posts