Menerima Lawatan Tuhan

Menerima Lawatan Tuhan

Bacaan: Lukas 19:41-44
kata-Nya, ” Alangkah baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Namun, sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.”  ( Lukas 19:42 TB2 )

Dalam bacaan hari ini, kita melihat Yesus menangis ketika Ia mendekati Yerusalem. Dia merasa sedih karena orang-orang di sana tidak mengenali waktu lawatan-Nya. Mereka tidak menyadari bahwa kedatangan-Nya adalah kesempatan untuk menerima damai sejahtera yang sejati. Padahal, Yesus datang bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga untuk memberi berkat yang penuh damai bagi mereka yang bersedia menerima-Nya.

Suatu pagi yang cerah, saya duduk di ruang tamu, menikmati secangkir teh. Tiba-tiba, seekor kupu-kupu terbang masuk melalui jendela yang terbuka. Ada mitos yang mengatakan bahwa jika kupu-kupu masuk ke dalam rumah, itu adalah tanda kedatangan tamu yang membawa rezeki atau perubahan baik. Saya mulai merenung, mungkin kupu-kupu itu adalah simbol dari lawatan Tuhan yang datang dengan cara yang sederhana.

Kita sering mendengar tentang lawatan Tuhan, tetapi seberapa sering kita benar-benar menyadari kehadiran-Nya dalam hidup kita? Tuhan datang bukan hanya dengan cara yang besar dan spektakuler, tetapi seringkali melalui hal-hal sederhana yang kita anggap biasa. Seperti kupu-kupu yang terbang masuk ke rumah, Tuhan datang dengan cara yang lembut dan penuh kasih. Namun, kita harus membuka hati kita agar dapat merasakannya.

Lawatan Tuhan  membawa damai, dan hanya hati yang terbuka yang bisa merasakannya.

 

TIM WEB

 

 

share

Recommended Posts