MERCUSUAR DARI MANSINAM

Firman Tuhan : Matius 5:13-16
“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin
tersembunyi.” Matius 5:14
Pada 5 Februari 1855, dua misionaris dari Jerman, Johann Gottlob Geissler dan Carl Wilhelm
Ottow, tiba di Pulau Mansinam, Papua. Dengan keberanian dan iman, mereka datang untuk
membawa kabar baik Injil ke tanah Papua, sebuah wilayah yang pada masa itu masih
dipenuhi tantangan. Budaya lokal yang kuat, isolasi geografis, penyakit malaria, dan bahaya
dari alam menjadi rintangan besar bagi mereka. Namun, Ottow dan Geissler tetap teguh.
Mereka belajar bahasa lokal, hidup bersama masyarakat, dan menunjukkan kasih Kristus
melalui pelayanan mereka. Meski menghadapi banyak pengorbanan, termasuk kesehatan
yang terganggu dan kehidupan yang serba sulit, benih Injil yang mereka tabur bertumbuh.
Hingga hari ini, Mansinam dikenang sebagai “pintu masuk Injil” di tanah Papua, sebuah
mercusuar iman yang menerangi generasi demi generasi. www. Ottow dan Geissler.com Ayat 14-16 “Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin
tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang,
melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat
perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Ottow dan Geissler adalah
gambaran nyata dari ayat ini. Kehidupan mereka bagaikan mercusuar di tengah kegelapan.
Mereka membawa terang Injil ke tempat yang sebelumnya belum mengenal kasih Kristus.
Mercusuar bukan hanya menunjukkan jalan, tetapi juga memberikan harapan bagi mereka
yang terombang-ambing dalam kegelapan. Seperti mercusuar yang berdiri kokoh meskipun
diterpa badai, mereka tetap setia pada panggilan mereka, meskipun menghadapi berbagai
tantangan.
Setiap usaha pekabaran Injil selalu mempunyai tantangan dan persoalan masing-masing,
karena sejatinya setiap tantangan merupakan kesempantan kepada pemberita Injil untuk
mengijinkan Sang Injil itu sendiri untuk berkarya. Hidup kita juga bisa menjadi kesaksian
yang nyata melalui kasih yang kita tunjukkan kepada sesama. Seperti Ottow dan Geissler
yang rela meninggalkan kenyamanan dan menghadapi bahaya demi memberitakan Injil, kita
diingatkan bahwa pelayanan kepada Tuhan sering kali membutuhkan pengorbanan.
Mercusuar dari Mansinam menginspirasi kita untuk menjadi terang bagi dunia di mana pun
Tuhan menempatkan kita. Puji Tuhan Pelayanan LPMI sudah ada di setiap pelosok PAPUA
melalui Alumni yang dibina semasa kuliah. Terkhusus di Kota Jayapura, Manokwari dan
Sorong sudah ada kantor perwakilan LPMI dan beberapa anggota staf berdomisili di kota
tersebut untuk meneruskan misi Pekabaran Injil dan Pemuridan Ottow dan Geissler.
Inspirasi: Kami percaya bahwa benih Injil yang ditabur di Mansinam akan tumbuh menjadi
pohon besar dan mercusuar yang memberi kehidupan bagi banyak generasi. Ottow dan
Geissler.
LPMI/Yunus Siang
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025