Pelukan Menguatkan

Bacaan :1 Korintus 10:1-13
“Sebab itu, siapa yang menyangka bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” — 1 Korintus 10:12 TB2
Seringkali dalam kehidupan keluarga, kita merasa semuanya baik-baik saja. Kita menjalani hari-hari dengan rutinitas yang hampir sama: bangun pagi, bekerja, mengurus anak, memasak, lalu beristirahat. Semua terlihat normal, tapi sesungguhnya dalam rutinitas itulah terkadang perhatian-perhatian kecil mulai terlupakan. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 10:12 memberikan sebuah peringatan, “Siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh.” Ini bukan hanya peringatan dalam kehidupan rohani, tetapi juga bisa kita terapkan dalam hubungan keluarga. Ketika kita merasa rumah tangga kita sudah “kuat”, justru di situlah kita perlu lebih waspada. Jangan sampai kita terlalu percaya diri, lalu abai menjaga kehangatan yang seharusnya terus dibangun setiap hari.
Salah satu cara sederhana namun bermakna untuk menjaga kehangatan itu adalah lewat sebuah pelukan. Tidak perlu menunggu momen khusus seperti ulang tahun atau keberhasilan besar, karena justru pelukan tanpa alasan seringkali menjadi kejutan paling menyentuh. Misalnya, ketika pasangan baru pulang kerja dalam kondisi lelah, atau anak pulang sekolah dengan wajah murung, tiba-tiba dipeluk hangat sambil dibisikkan kalimat sederhana, “Aku sayang kamu,” atau, “Terima kasih sudah berjuang hari ini.” Tindakan yang terlihat sepele itu bisa menjadi kekuatan besar, bahkan menjadi penyembuh dari rasa lelah dan beban yang tak pernah mereka ceritakan. Sebuah pelukan bisa menjadi wujud nyata kasih yang menguatkan mereka untuk tetap berdiri tegar di tengah pencobaan hidup.
Maka, jangan tunggu besok untuk menunjukkan perhatian. Hari ini, cobalah beri pelukan kejutan kepada orang-orang terdekat di rumah. Peluk pasanganmu tanpa alasan, rangkul anakmu ketika mereka asyik bermain atau belajar, bahkan peluk orang tuamu yang mungkin mulai jarang kau sapa. Karena pelukan adalah bahasa kasih yang universal—tak perlu banyak kata, cukup kehangatan yang tulus, dan itu akan menjaga hati mereka tetap kuat. Ingatlah, seperti Paulus katakan, kita harus selalu berjaga-jaga agar tidak ada yang jatuh, baik dalam iman maupun dalam hubungan keluarga. Kadang, pelukan sederhana adalah jawaban dari pergumulan yang tak pernah terucap.
“Kadang pelukan tanpa kata lebih keras bicara daripada seribu nasihat.”
TIM WEB
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025