PERSONAL BRANDING

Bacaan: Lukas 7:18-30
Jadi, untuk apa kamu pergi ? Melihat nabikah ? Benar. Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. (Lukas 7:26 TB2)
Dalam bacaan hari ini, kita melihat perasaan keraguan yang dialami oleh Yohanes Pembaptis, meskipun dia sudah menjadi saksi yang besar bagi kedatangan Yesus. Yohanes yang mendekam di penjara mulai mempertanyakan, apakah Yesus benar-benar Mesias yang dijanjikan. Pertanyaan ini menggambarkan sisi manusiawi dari Yohanes yang meskipun sangat dekat dengan panggilan ilahi, terkadang bisa merasa ragu dalam menghadapi kenyataan hidup yang sulit.
Namun, Yesus tidak langsung menjawab keraguan Yohanes dengan kata-kata. Dia menunjukkan bukti nyata melalui perbuatan: orang buta melihat, orang timpang berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, dan berita baik diberitakan kepada orang miskin. Semua itu adalah tanda-tanda kedekatan Tuhan dengan umat-Nya. Tuhan sudah dekat, dan kehadiran-Nya adalah kenyataan yang penuh harapan bagi setiap orang yang mengalami kesulitan, penderitaan, dan keraguan. Tuhan tidak hanya hadir dalam kata-kata atau pengajaran-Nya, tetapi dalam tindakan nyata yang dapat dirasakan oleh setiap orang.
Ayat nat hari ini, menunjukkan bahwa Yohanes meskipun memiliki kedudukan tinggi dalam agama, bukanlah yang terakhir atau tertinggi. Yang lebih penting adalah Yesus yang datang membawa keselamatan. Tuhan sudah datang, dan kedekatan-Nya tidak hanya memberikan pengharapan, tetapi juga membawa perubahan dalam hidup kita.
Kedekatan Tuhan dengan kita mengajarkan bahwa siapa kita sebenarnya bukan hanya dilihat dari penampilan luar atau seberapa besar pengaruh kita di dunia, tetapi dari bagaimana kita mencerminkan karakter dan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Personal branding yang sejati adalah saat kita mampu menunjukkan identitas kita sebagai anak Tuhan melalui tindakan nyata, bukan hanya sekadar kata-kata atau citra yang kita ciptakan. Kita tidak perlu menunggu waktu yang sempurna atau keadaan yang ideal untuk mencerminkan kedekatan Tuhan. Dalam segala hal yang kita lakukan, Tuhan sudah dekat, dan Dia ingin kita memancarkan kasih-Nya kepada dunia.
Personal branding yang sejati bukan hanya tentang tampil sempurna di luar, tetapi bagaimana kita menunjukkan kebaikan, kasih, dan kejujuran yang berasal dari Tuhan dalam setiap tindakan kita.
Recommended Posts

The Living Waters
April 05, 2025

Kewargaan Surga
April 04, 2025

Berkat dalam Memberi
April 03, 2025