Setia dalam Perkara Kecil

Setia dalam Perkara Kecil

Bacaan : Roma 2:1-11
Sebab, Allah tidak memandang bulu.— Roma 2:11 TB2

 

Ketika masuk ke toilet sebuah kantor bank, mata saya langsung tertuju pada sebuah tulisan sederhana di dekat saklar lampu: “Matikan lampu jika tidak digunakan.” Pesan itu singkat, tapi mengena. Saya jadi berpikir, kenapa hal seperti ini perlu diingatkan? Bukankah sudah seharusnya kita sadar bahwa lampu yang tidak digunakan sebaiknya dimatikan agar tidak boros listrik?

Tapi begitulah kenyataannya. Kita sering kali lupa, bahkan untuk hal-hal yang kelihatannya sepele. Mungkin karena kita berpikir, “Ah, cuma lampu kok,” atau “Nanti juga ada orang lain yang matikan.” Tanpa sadar, sikap seperti ini bisa menular ke bagian lain dalam hidup kita. Kita terbiasa menyepelekan hal kecil, lalu mengabaikan tanggung jawab pribadi.

Dalam Roma 2:1-11, Rasul Paulus menegaskan bahwa Allah adalah Hakim yang adil. Dia tidak memandang siapa kita, seberapa tinggi jabatan kita, atau seberapa rohani kita kelihatannya di depan orang lain. Tuhan melihat setiap perbuatan kita, dan membalasnya dengan adil, baik yang besar maupun yang kecil.

Terkadang kita mudah menghakimi orang lain karena kesalahan mereka, padahal kita sendiri sering lalai dalam hal-hal kecil. Padahal, Allah tidak hanya menilai tindakan besar yang terlihat orang, tapi juga kesetiaan kita dalam perkara kecil. Seperti kata Tuhan Yesus dalam Lukas 16:10, “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Mematikan lampu di toilet mungkin bukan perkara besar. Tidak ada yang akan memuji, bahkan mungkin tidak ada yang memperhatikan. Tapi Allah memperhatikan. Kesetiaan dalam hal-hal kecil menunjukkan kualitas hati kita di hadapan Tuhan.

Saat kita belajar bertanggung jawab atas hal sederhana, seperti menghemat listrik, menjaga kebersihan, atau tepat waktu, itu mencerminkan bahwa kita hidup dalam pertobatan yang nyata—bukan hanya diucapkan, tapi dihidupi sehari-hari.

 

Kalau kita setia dalam hal kecil, Tuhan mempercayakan perkara yang lebih besar. Iman tidak selalu diuji di atas mimbar besar, tetapi sering kali di depan saklar kecil yang kita tekan dalam keheningan.

 

TIM WEB

share

Recommended Posts