TERUS BERKARYA

TERUS BERKARYA

Firman Tuhan  : Nehemia 6:1-19 

“Lalu aku mengirim utusan kepada mereka dengan balasan: “Aku tengah melakukan suatu pekerjaan yang besar, aku tidak bisa datang! Untuk apa pekerjaan ini terhenti  oleh sebab aku meninggalkannya dan pergi kepada kamu?” (Neh. 6:3)

 

Warren Wiersbe menulis, “Waspadalah jika musuh tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk memeluk anda. Kita harus menolak undangan-undangan yang membahayakan kesaksian kita (2 Kor. 6:14-7:10), dan menyimpangkan kita dari pekerjaan besar, yang telah dipercayakan Tuhan pada kita.” Kemudian ia menambahkan, “Seorang pemimpin sejati tidak akan meninggalkan tempat tugasnya, tetapi seorang sewaan akan melarikan diri, ketika keadaan sulit. (cf. Amsal 28:1).”

Apakah benar itu realita masa kini? Ya! memang ada. Dan ternyata di zaman Nehemia, realita itu juga ada. Apa itu? Ada rencana jahat yang mencoba untuk menghentikan pekerjaan penting, yaitu pembangunan tembok Yerusalem, yang sangat signifikan itu. Mereka ingin membuatnya ‘mangkrak’, padahal tinggal sedikit saja karena tinggal pintu-pintu gerbang yang belum terpasang (ay.1). Komitmen Nehemia yang tinggi untuk menyelesaikan tembok itu, ternyata harus berhadapan dengan konspirasi yang tinggi pula. Hambatan itu harus dihadapi, dengan prinsip yang tidak kompromi. Nehemia pun bersikap dan bertindak tegas menolak segala bentuk hambatan. Penghambat yang tampak itu adalah beberapa figur yang disebut; seperti Sanbalat, Tobia dan Gesyem, yang diboncengi Iblis, yang kerjanya untuk menentang dan menggagalkan rencana Allah. Sampai lima kali mereka mendesak Nehemia untuk hadir dalam perundingan, namun dia tetap menolaknya. Ia tahu mana prioritas utama, sehingga ia tak mau membuang waktu dan energi, dengan meladeni suara-suara, yang ujung-ujungnya menghentikan pekerjaannya. Sikap Nehemia sesuai arti namanya sendiri, in Hebrew: ne e mi e “compassion of Yahweh – belas kasihan Allah,” terlihat dari bebannya yang tak tanggung-tanggung bagi pekerjaan Tuhan. Merrill Tenney mencatat tentang Nehemia, “Nehemiah, Jewish patriot and Pers. Statesman (464-424 B.C), was a man raised up to save Israel from national disintegration. He saw clearly that  national collapse would jeopardize true religion.” (The Zondervan Pictorial Encyclopedia of the Bible). Sebagai hamba Kristus, Paulus juga memiliki pendirian yang sama, ia tak bergeming meski banyak penentang (1 Kor.16:9).

Keputusan kita untuk terus bekerja bagi Tuhan, akan tetap dan tidak berubah, bukan? Pasti ada hambatan, konflik, peperangan rohani, pergumulan yang tak ada habis-habisnya, namun kita semua tahu bahwa pekerjaan itu tak akan sia-sia, kalau itu bagi kemuliaan-Nya (1 Kor. 15:58). Selamat melayani.

Inspirasi: Tuhan tak pernah memanggil seseorang bekerja bagi-Nya untuk sementara waktu, tetapi untuk seterusnya, selama masih ada kesempatan, meski banyak ancaman. 

 

LPMI/Boy Borang

share

Recommended Posts