TIDAK MUDAH, TAPI PUJI TUHAN BISA

TIDAK MUDAH, TAPI PUJI TUHAN BISA

Mazmur 37: 1-9

Mazmur 37:5 (TB) Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;  

“Tidak mudah, tapi puji Tuhan bisa.” Kalimat ini mungkin anda pernah lihat di media sosial atau dijadikan story WA seorang teman. Sepintas, seperti kalimat yang biasa-biasa saja, namun jika dihayati lebih jauh, kalimat ini mengandung makna yang dalam.

Kalimat ini mengisyaratkan sebuah perjalanan hidup yang berat, namun bisa dilewati dengan baik, sehingga muncullah kata “bisa” di akhir kalimat, ini berarti endingnya baik.

Kalimat ini mengandung pengakuan dalam 2 sisi. Sisi pertama, dari sisi manusia, ada pengakuan bahwa yang dialaminya tidak mudah, bahkan sebenarnya tidak mampu, artinya manusia lemah dan terbatas. Namun bisa, karena apa? Karena ada Tuhan. Sehingga muncul ungkapan berikutnya yang melihat dari sisi Tuhan, dengan mengatakan puji Tuhan. Ungkapan ini adalah pengakuan akan adanya kuasa Tuhan di dalam perjalanan yang berat tetapi bisa tersebut. Bisa karena Tuhan, Dia lah yang memampukan.

Ini adalah bentuk penyerahan diri kepada kuasa Tuhan. Penyerahan diri kepada-Nya bertujuan untuk mempersiapkan hidup kita, dalam menghadapi tantangan dunia. Karena itulah dibutuhkan penyerahan diri tanpa syarat kepadaNya, itulah ciri seorang murid atau pengikut-Nya yang sejati. Sebab hanya orangorang yang merespon dengan penyerahan diri tanpa syaratlah yang pada akhirnya akan bertahan sampai pada kesudahannya.

Mari kita serahkan hidup kita tanpa syarat kepada-Nya, sebab tanpa Dia kita tidak akan mampu menghadapi pencobaan-pencobaan yang akan datang dalam hidup kita. Karena sesungguhnya manusia itu rapuh, lemah. Manusia hanyalah segumpalan tanah liat yang dibentuk oleh kemuliaan tangan Tuhan. Kita memerlukan kekuatan dan kuasa yang lebih besar dari kuasa apa pun yang ada di dunia, dan itu hanya Yesus yang memilikinya.

Orang percaya memang bisa jatuh. Orang percaya memang bisa sakit. Tetapi apabila ia jatuh Tuhan pegang tangannya. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekalikali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” Ibrani 13:5. Ketika mengalami pergumulan, dengan yakin kita imani firman Tuhan ini “marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28)

Karena itu, dalam mengakhiri tahun 2025, dengan senyum sukacita kita akan berkata “tidak mudah tapi puji Tuhan bisa”. Kita bisa melewati satu tahun lagi dalam penyertaan-Nya. Kita harus percaya bahwa Kasih Tuhan yang sama juga akan terus menuntun kita melangkah ke tahun 2026, yang sudah pasti juga tidak mudah, tetapi percayalah Tuhan pasti menuntun kita. Dalam keyakinan iman yang penuh, kita melangkah ke tahun yang baru dengan sukacita dan damai sejahtera.

Inspirasi: Dengan yakin kita akan mengatakan bahwa dalam keterbatasan ku ada kuasa Tuhan yang tidak terbatas sehingga aku bisa. Jadi bukan karena aku, tapi karena Tuhan.

 

LPMI/Fiktor Parantang 

share

Recommended Posts