TRANSFORMING COMMANDMENT

TRANSFORMING COMMANDMENT

Bacaan: 1 Yohanes 2:12-17

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (1 Yohanes 2:15).

 

Jangan mengasihi dunia? Tentu saja ini tidak merujuk pada dunia secara geografis (bumi – kosmos) itu sendiri, tetapi merujuk pada sistem kehidupan manusia yang tidak percaya pada kebenaran. Setiap orang percaya harus mengasihi semua orang di dalam dunia ini, tetapi bukan sistem kehidupannya yang berdosa. Sistem kehidupan yang tanpa kasih, berarti kehidupan yang diliputi kegelapan, karena yang ada adalah kebencian di antara sesama saudara (ay.9-11). Seorang penulis berkata, “Orang Kristen tidak membenci dunia sebagaimana adanya. Dunia adalah ciptaan Allah; dan Allah menciptakan semuanya dengan baik. Di dalam pengertian ini maka orang Kristen tidak membenci dunia. Dunia bukanlah milik kejahatan; dunia adalah milik Tuhan, tetapi yang menjadi persoalan adalah kehidupannya yang terpisah dari Allah.”

Dalam bagian ini Yohanes mengingatkan kepada orang percaya, siapapun dia, yang disebutnya anak-anakku (setiap orang Kristen), yang notabene adalah orang-orang yang mengenal Allah (ay. 12-14), agar mereka jangan mengasihi dunia. Tidak mengasihi dunia berarti berperang dengan dosa dan keduniawian. Yohanes menggambarkan dunia yang berdosa ini, diwarnai dengan tiga fakta utama; keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. “Keinginan daging tidak saja mencakup dosa-dosa daging, tetapi juga ambisi-ambisi duniawi dan tujuan-tujuan egoistis. Menaklukkan diri kepada kehendak daging, berarti menilai segala sesuatu di dalam dunia ini dengan standar-standar yang murni materialistis. Kemudian keinginan mata, merupakan suatu roh yang tidak lain dari melihat sesuatu dengan keinginan untuk memilikinya. Inilah roh yang percaya bahwa, kebahagiaan dapat ditemukan di dalam hal-hal yang dapat dibeli dengan uang, dan yang dapat dilihat oleh mata. Tidak ada nilai lain yang ada di dalamnya, selain dari nilai material. Begitu pula, keangkuhan hidup, di mana orang membual dengan segala sesuatu yang ia tidak miliki, dan seluruh kehidupannya dihabiskan dengan upaya memberi kesan pada orang untuk sesuatu yang sebenarnya tidak ada.” (Barclay). Melihat ini kita teringat perumpamaan Yesus tentang orang kaya yang bodoh itu (Luk. 1213-21). Yakobus juga menyoroti sikap ini, di mana orang cenderung membuat rencana tanpa melihat kehendak Tuhan (Yak.4:13-17). Perintah sudah jelas, “Jangan mengasihi dunia!” Hanya dua kemungkinan, taat atau melawan. Bagaimana dengan kita hari ini?.

Inspirasi:

Nilai suatu ketaatan selalu mendatangkan berkat. Tetapi akibat suatu perlawanan selalu mendatangkan bencana. Tidak ada kemungkinan yang netral diantaranya.

 

LPMI/ Boy Borang

share

Recommended Posts